Sayangi Hidupmu dengan Kepribadian Bekendara yang Sehat dan Nyaman

Sayangi Hidupmu dengan Kepribadian Bekendara yang Sehat dan Nyaman

26 Aug 2016

Setiap kehidupan ada prosesnya. Begitu pun juga dengan cara kita dalam kehidupan sehari-hari. Di era yang serba mobilitas, berkendara menjadi suatu yang penting. Terlebih sebagian besar masyarakat Indonesia kini lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi, baik itu sepeda motor atau mobil. Berdasarkan data BPS dari tahun 1987 sampai 2013, terjadi peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2013 tersebut pengguna sepeda motor di Indonesia berjumlah 11.484.514 unit. Belum lagi memang yang setiap satu keluarga atau satu orang memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor. Kemudian pada tahun 2013 juga, pengguna mobil juga melejit, yaitu mencapai 10,54 juta unit. Sedangkan dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) juga mengatakan bahwa pada tahun 2011, Indonesia menempati negara pertama terbanyak di negara ASEAN sebagai pemakai kendaraan bermotor.

Pemakai kendaraan yang kian bertambah itu, perlu diimbangi dengan kepribadian berkendara yang sehat dan nyaman agar tingkat keselamatan jiwa terus meningkat. Berkendara merupakan aktivitas yang menjadi suatu yang vital bagi setiap orang. Bisa dikatakan bahwa dalam usia sekolah menengah atas, kuliah, dan bekerja, tentu itu merupakan usia bagi para pengendara. Tapi di sisi lain juga sebenarnya banyak juga pengendara yang tidak layak di jalan raya. Bukankah begitu? Ada yang layak dan tidak layak di jalan raya?

Pertama, Layak? Tentu bagi pengendara yang memiliki surat-surat kendaraan lengkap seperti STNK dan SIM, serta piranti bekerndara seperti helm dan sabuk pengaman. Juga masih ditambah dengan kealayakan sepeda motor atau mobil untuk dapat berkendara di jalan umum. Sebab dengan kurangnya standar berkendara, sebenarnya juga merupakan salah satu pemicu kecelekaaan di jalan raya. Sebaliknya bagi pengendara tidak layak. Tentunya sebagai masyarakat yang tegolong “cuek” terhadap aturan lalu-lintas, karena tidak memiliki STNK atau bisa jadi merupakan kendaraan “gelap”, atau tidak diperpanjang pembayaran pajaknya, tidak memiliki SIM, tidak menggunakan helm, dan tidak menggunakan kendaraan yang standard. Kepribadian yang baik dalam berkendara yang pertama harus lah memenuhi standard kelayakan tersebut.

Kemudian yang kedua, kepribadian berkendara yang sehat dapat dipupuk melalui kebiasaan menjaga diri. Mengapa menjaga diri? Karena itu merupakan modal awal untuk berhati-hati. Ingat lah bahwa anak, istri/suami, orangtua, dan keluarga menunggu di rumah dan berharap anda akan pulang dengan selamat. Keinginan menjaga diri ini akan melahirkan sikap yang baik saat di jalan raya. Keinginan menjaga diri juga akan menimbulkan keinginan untuk tidak mengganggu pengendara lain. Ingat lah bahwa hal yang paling utama di jalan raya itu merupakan kefokusan. Kita dapat berkendara dengan sehat dan nyaman membutuhkan tingkat kefokusan yang cukup baik. Sebab dengan terganggunya pikiran kita, sedikit banyak akan berpengaruh pada keselematan berkendara. Tapi tak jarang kita sering melihat banyaknya pengendara yang berada di jalan raya dengan menyambinya bermain handphone, bukankah itu salah satu faktor yang mengganggu kefokusan dalam berkendara?

Ketiga, menghargai orang lain. Dalam berkendara ego merupakan suatu yang penting. Sebisa mungkin bagaimana kita dapat mengekang ego kita agar kita tidak merusak jalan orang lain, tidak membahayakan keselamatan orang lain, dan tidak mengorbankan orang lain. Perlu lah kita miliki sebuah paradigma, bahwa jalan raya bukan lah milik kita sendiri yang dapat kita diperbolehkan untuk seenaknya. Tapi jalan raya milik setiap orang atau bersifat umum. Sehingga kita harus menjaga keselamatan orang lain juga. Adanya paradigma tersebut akan menciptakan suatu harmoni keselamatan yang baik di jalan raya. Berkendara dengan cara yang sehat dan nyaman akan terus tercipta dengan adanya keinginan untuk menghargai orang lain di jalan raya.

Syarat-syarat tersebut merupakan sebuah ketentuan mutlak untuk menciptakan iklim berkendara yang sehat dan nyaman di jalan raya. Jika salah satunya tidak terpenuhi tentu akan menimbulkan suatu permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bayangkan saja jika kita berkendara tidak membawa atau tidak memiliki STNK dan SIM, dan ketika ada pemeriksaan polisi? Tentu itu akan menyulitkan diri kita sendiri. Kita akan didenda maupun dikenai sanksi. Lalu mengapa masih banyak yang melanggarnya? Kemudian bagi pecinta modifikasi kendaraan. Bukankah modifikasi selayaknya digunakan saat ada event saja. Bukan untuk berkendara di jalan raya, karena memang akan berdampak pada keselamatan pengendara. Maka dari itu ada baiknya kita menggunakan onderdil yang aman bagi kendaraan kita bersama filter sakura. Kemudian rasa keinginan untuk menjaga diri dan menghargai orang lain, jika tidak dipenuhi maka akan terus berpengaruh pada keselamatan di jalan raya. Apa yang kita lakukan di jalan raya tentu akan berpengaruh bagi keselamatan orang lain juga. Sehingga berhati-hati merupakan syarat mutlak yang tidak boleh diganggu gugat.

Berpartisipasi lah dalam sehat dan nyaman berkendara bersama blog detik.


TAGS otomotif


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive